Tampilkan postingan dengan label laboratory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laboratory. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2011

Sugar Water Test Screen/ PNH Test Screen/ Sucrose Hemolysis Test

Uji hemolisis gula - air adalah test darah untuk mendeteksi sel darah merah yang rapuh dengan menguji kemampuan mereka untuk menahan pembengkakan dalam larutan rendah garam.


Merupakan screening test untuk PNH ( Paroxysmal Nocturnal Haemoglobinuria ) yang kadang-kadang disebut juga dengan syndrome Marchiafava -Micheli,ditandai oleh anemia hemolytic ( anemia akibat penghancuran sel darah merah dalam aliran darah )


Tidak perlu persiapan khusus untuk melakukan test ini,setelah sampel darah diambil (dengan anticoagulant citrate )kemudian dilakukan test.


Langkah pertama,


@ buat larutan gula ( sucrosa )
      - gula komersil 9 - 10 gr
      - distilled water 100 ml


@ sampel darah citrate


@ prosedur :
   
     * masukkan 4,5 ml larutan gula ke dalam tabung
     * tambahkan 0,5 ml darah citrate
     * bolak - balik tabung agar tercampur dengan baik
     * inkubasi pada suhu 37 derajat celcius selama 30 menit (dengan waterbath)
     * kemudian centrifuge tabung dengan kecepatan 2500 RPM selama 5 menit
     * lihat supernatan untuk mengetahui adanya hemolisis
     * apabila ada hemolisis,berarti test (+) positif PNH 





Minggu, 28 Agustus 2011

POSANALITIK chapter 3

Posanalitik terdiri dari pencatatan hasil,verifikasi mulai dari pre analitik , analitk, posanalitik .Sebaiknya dilakukan validasi hasil dengan PMI (pemantapan mutu internal ).

Perlu diperhatikan adanya kesalaha interpretasi , kesalahan validasi , keterlambatan hasil , kesalahan penyerahan hasil serta miskomunikasi pada penyampaian hasil.

Stay focus  !

TAHAP ANALITIK chapter 2

Eritrosit


*aglutinasi eritrosit menyebabkan jumlah eritrosit rendah palsu,MCV dan MCH meningkat,variasi ukuran eritrosit akan menyebabkan kesalahan pada RDW.
*fragmentosit/schystocytes  ( pecahan eritrosit ) akan terlihat di preparat ,menyebabkan RDW meningkat ,dan dapat terhitung sebagai trombosit sehingga terjadi pseudo trombositosis.
*eritrosit lyze resistant ,mempunyai meningkatkan lisis eritrosit dan fragilitas eritrosit menurun sehingga WBC meningkat palsu.
Keadaan yang mampu merubah kemampuan lisis eritrosit diantaranya ;
-perubahan volume
-permukaan dan fungsi membran eritrosit yang dapat dijumpai pada pos spenectomi
-penyakit hati
-anemia sel sabit
-penyakit HbC
-kelainan lipid profil
-anemia defisiensi berat
-thallasemia
-polisitemia vera
-dialisis ginjal
-sel target
-retikulositosis

Kadar Hemoglobin
Kadar Hemoglobin (Hb) akan lebih tinggi pada plasma ikterik,lipemik,pemberian nutrisi parenteral,paraproteinemia,dan krioglobulinemia.


AIHA ( Anemia hemolitik autoimun ) adalah keadaan dimana dalam tubuh penderita terdapat antibodi terhadap eritrositnya sendiri sehingga eritrosit disensitisasi oleh Ig G dan komplemen atau Ig G saja.Pada keadaan ini terjadi penggumpalan eritrosit sehingga pada hitung eritrosit dan HCT hasilnya rendah palsu / tidak sesuai dengan kadar Hb,dijumpai peningkatan MCV,MCH,MCHC karena eritrosit yang menggumpal terhitung sebagai sel tunggal.
Ada 2 tipe AIHA :
* tipe panas -didapatkan aglutinasi eritrosit pada suhu kamar,untuk mengatasinya darah EDTA didinginkan
* tipe dingin -darah dan seluruh reagen dipanaskan pada suhu 37 derajat celcius.

Hiperlipidemia menyebabkan  kekeruhan pada plasma yang akan mempengaruhi nilai Hb , MCH , dan MCHC sebaiknya digunakan cara manual dengan fotometer.

Lekosit
Pada  lekositosis berat > 100.000 /ul nilai Hb akan terhitung tinggi palsu karena kekeruhan yang disebabkan peningkatan lekosit,hal ini dapat diatasi dengan mengencerkan darah EDTA lebih dahulu dengan diluent 1: 10


Eritrosit berinti  - adanya eritrosit berinti akan terbaca sebagai lekosit sehingga nilai lekosit  tinggi palsu.
Dapat terjadi pada thallasemia mayor dan neonatus.
Lekosit meningkat palsu juga dapat terjadi pada eritrosit yang belum lisis sempurna,multiple myeloma,kadar krioglobulin yang meningkat,dan aglutinasi trombosit.
Lekosit rendah palsu pada fragilitas lekosit yang meningkat dan mudah terjadi destruksi misalnya ;pada leukimia akut,penderita yang mendapat kemoterapi,serta terjadinya aglutinasi neutrofil karena suhu dan anticoagulant.

Hitung jenis lekosit   ( differential counting ) - cara penghitungan dimulai dari ekor preparat dengan catatan lekosit masih utuh dan baik,kemudian geser ke zona IV (tempat konsentrasi sel limposit tua ).Bila belum mencapai daerah ini (ekor sampai zona IV ) dan sudah menghitung 100 lekosit ,maka penghitungan harus dilanjutkan sampai zona ini dan perhitungan dinyatakan dalam %
Interpretasi sediaan darah tepi tidak dapat dinilai dengan adanya penemuan salah satu jenis sel saja,tapi merupakan satu kesatuan dari gambaran terhadap eritrosit , leukosit , trombosit dan mungkin juga adanya parasit dan sel-sel asing.


Trombosit
Trombositosis yang sebenarnya apabila pada preparat hapus dijumpai trombosit meningkat.
Pseudotrombositosis dapat terjadi karena adanya mikrosit , fragmentosis ,atau fragmen sitoplasma leukosit.
Psuedotromsitopenia dapat terjadi karena agregasi in vitro seperti ;
-pencampuran darah dengan EDTA yang kurang homogen
-platelet satellitism
-platelet clumped ,dimana juga akan menyebabkan kadar lekosit,eritrosit dan Hb menjadi tinggi palsu dapat terjadi pada kondisi EDTA lebih banyak dari perbandingan seharusnya.Diatasi dengan sampling ulang dan menggunakan Na citrate sebagia anticoagulant ,
-penggunaan ACD ( acid citrate dextrose )
-kemoterapi yang mengakibatkan fragilitas sel


to be continue..




PENGARUH preANALITIK, ANALITIK , posANALITIK PADA HEMATOLOGI chapter 1

Dalam Quality Ensurance terdapat tiga tahapan yang akan mempengaruhi hasil laboratorium,yaitu tahapan preanalitik,analitik,dan posanalitik.

Preanalitik
Dimulai dengan persiapn pasien ;perlu puasa atau tidak,menghindari makanan,minuman,merokok,obat-obatan tertentu.Perlu diperhatikan juga adanya ; kesalahan labeling/identitas pasien,kesalahan tekhnik sampling,kesalahan transportasi,kesalahan penundaan sampel,kesalahan penggunaan anticoagulan.
Faktor makanan,minuman,merokok,aktifitas/olahraga,obat-obatan,suplemen,tranfusi dapat mempengaruhi hasil hematologi ,diantaranya :
-makanan/minuman  (Hb,volume plasma )
-2 jam PP  ( vol plasma,jumlah sel-sel darah )
-aktifitas fisik/olahraga ( erythrocyte, Hb ,leucocyte ,limfosit )
-meroko  ( erythrocyte ,Hb ,leucocyte ,eosinofil )
-minum alkohol ( kortisol )
-obat anti anemia ( erythocyte ,Hb )
-kortikosteroid ( eosinofil rendah ,neutrofil , limfosit rendah )
-adrenalin ( leucocyte ,trombosit )
-emosi ( leucocyte ,thrombocyte )
-transfusi darah ( susunan sel ,faktor koagulasi berubah )
-paska donor darah ( SI rendah , feritin rendah )
-kehamilan ( dilusi , Hb rendah ,erythrocyte rendah )
-diurnal/sirkadian ( eosinofil pagi < sore  ,sedangkan Hb ,SI ,Feritin pagi  > sore  )
-posisi penderita ( Hb , Hct ,  berdiri > berbaring  )

Pengambilan Bahan
Tentukan tempat pengambilan sampel,arteri,vena atau kapiler.Vena di daerah anterior lengan dengan pembendungan 7 - 10 cm diatas tempat punksi,dan tidak boleh lebih dari 1 menit.Kapiler bisa di ujung jari II ,III , IV .Lakukan dengan disinfeksi ,menggunakan alkohol 70 % ,tunggu hingga kering baru lakukan sampling.Jangan menggunakan jarum yang terlalu besar karena akan menyebabkan hemolisa (25 G recommended  )

Pengiriman Bahan
Waktu ,temperatur ,anticoagulant,dan cahaya menpengaruhi perubahan plasma dan komponen sel.Pada suhu 4 derajat celsiun sampel akan valid untuk diperiksa dalam waktu 24 jam,namun berbeda bila disimpan pada suhu kamar ;
WBC  ( 24 jam )
RBC   ( 12 jam )
HGB   ( 24 jam )
HCT   ( 6 jam   )
MCV  ( 6 jam  )
MCH  ( 12 jam )
MCHC( 12 jam )
RDW  (20 jam )
PLT    ( 24 jam )
MPV  ( 20 menit)
PDW  (20 menit )

anticoagulant yang berlebihan akan mengakibatkan morfologi sel berubah,erythrocyte akan mengkerut,HCT akan turun,MCV lebih rendah ,MCHC meningkat.Lekosit mengalami perubahan degeneratif,dan thrombocyte akan membengkak mengalami desintegrasi sehingga trombosit akan meningkat.Tidak dianjurkan menggunakan Na citrat atau heparin karena darah akan menjadi lebih encer sehingga hasil pemeriksaan lebih rendah.

Pengaruh Cahaya,waktu,dan suhu pada beberapa parameter ;
-cahaya ( bilirubin rendah ,folat rendah , B12 rendah )
-Waktu ( perubahan2 parameter hematologi )
-Lemari es ( Clt  ,  Kalium rendah )

to be continue ................. > next posting *mata sudah berasa 2 ton ,ngantuk !


PRINSIP PEMERIKSAAN NAPZA

Pemeriksaan Napza biasa dimulai dengan pemeriksaan screening dan bila hasil positif baru dilanjutkan dengan pemeriksaan konfirmasi.
Pemeriksaan screening saat ini banyak dilakukan dengan rapid test,meskipun mudah namun harus tetap diperhatikan faktor-faktor yang bisa menyebabkan kesalahan pada pemeriksaan tersebut.
Untuk pemeriksaan screening yang positif sisa sampel urin harus disimpan dalam freezer (dibekukan) minimal 6 bulan.
Pemeriksaan konfirmasi ,metode yang paling banyak digunakan dan ditetapkan sebagai gold standar adalah Gas chrimatography (GC) atau Mass spectrometry (MS)
Pemeriksaan Napza sebaiknya dilakukan mendadak untuk mengurangi kemungkina pasien melakukan manipulasi sampel,seperti menukar dengan sampel orang  lain yang telah disiapkan,menambahkan detergent,pemutih,garam,menambah air kran yang mana manuver -manuver tadi dilakukan agar pemeriksaan laboratorium tdak dapat mendeteksi Napza dalam urin,jadi pengambilan sampel harus diawasi petugas (saat pasien ke toilet tidak diperkenankan membawa jaket,tas atau barang lainnya selain cup urine)
kesalan tahap analitik bisa dikarenakan sampel tidak homogen,kit reagen yang tidak tepat,serta pembacaan hasil yang terlalu cepat atau terlalu lama.
Kesalahan post analitik terjadi karena penulisan hasil yang kurang lengkap.

Minggu, 07 Agustus 2011

NAPZA

PEmeriksaan NAPZA sudah makin sering dilakukan/diminta,selain pada kasus penyalahgunaan,NAPZA juga sebagai salah satu syarat masuk sekolah dan perguruan tinggi serta penerimaan pegawai.
Di USA kit Rapid test NAPZA dijual bebas,namun laboratorium yang berhak melakukan dan mengeluarkan hasil NAPZA harus terlebih dahulu dilakukan Sertifikasi oleh The National Instistute of Drug Abuse (NIDA)
atau The Forensic Urine Drug Testing (FUDT).

Jenis NAPZA :

@ Golongan Opionida
Di bagi menjadi : golongan opionida alamiah (opiat) dari tanaman opium ,golongan opionida semisintetik,golongan opionida sintetik.
Morphin merupaka alkaloid analgesic utama dan prototipe dari opium,opium sendiri mengandung sebagian kecil kodein.
Zat semisintetic dari morphin : diasetil morphin (heroin/putaw ),dan hidromorphin.
Zat opionida sintetic              : meperidin,propoksifen,dan metadon.
Heroin yang banyak disalahgunakan sebenarnya tidak aktif,didalam tubuh dengan cepat berubah menjadi asetil morphin(< dari 6 menit ) selanjutnya di hidrolisis menjadi morphin (< 40 menit ) kemudian morphin di inaktivasi dengan konjugasi glukuronida.
Sehingga total morphin dalam urin 90% dalam bentuk morphin glukuronida dan 10% dalam bentuk morphin bebas
10% kodein dalam tubuh juga akan diubah menjadi morphin *setelah konsumsi kodein mungkin akan terdeteksi kodein dan morphin dalam urine.
Hasil screening test morphin  positif bisa disebabkan karena penggunaan morphin,heroin,atau kodein.Opiat sudah dapat terdeteksi dalam waktu 2,5 jam setelah penggunaan dan masih tetap akan terdeteksi 2-3 hari setelah penggunaan terakhir.

@Amfetamin dan Metamfetamin
Keduanya merupakan obat perangsang susunan syaraf pusat (CNS stimulant ).Dalam bidang kedokteran digunakan untuk mengobati narkolepsi,kegemukan,dan gangguan hiperaktif dengan kesulitan konsentrasi.
-Amfetamin dimetabolisme di hati dengan deaminasi oksidasi.
-Metamfetamin ( shabu)  dimetabolisme di hati dengan hidroksilasi dan sebagian dengan N-demetilasi menjadi amfetamin.
Setelah konsumsi metamfetamin,di dalam urine akan ditemukan amfetamin dan metamfetamin.30% dari dosis amfetamin/metamfetamin yang dikonsumsi dikeluarkan dalam bentuk utuh ( unchanged ) melaui urine,berdasarkan pH urine ----> pH asam ekskresi unchanged bisa sampai 70%
                                          ----> pH basa/alkali hanya 1%
Amfetamin/metamfetamin bisa terdeteksi dalam 2-7 jam setelah penggunaan dan akan tetap terdeteksi 2-4 hari setelah penggunaan terakhir.

@ MDMA/Ecstatcy
3.4.methylenedioxymethamphetamine/ecstacy cara kerjanya dengan menghambat reuptake serotonin ,memfasilitasi pelepasan serotoninsedikit menyebabkan pelepasan dopamin dan noradrenalin.
Didalam tubuh MDMA mengalami metabolisme dan menghasilkan 3 metabolit utama :
- MDA ( methylenedioxyamphetamine )
- HMA ( hydroxymethoxyamphetamine )
- HMMA ( hydroxymethoxymethamphetamine )
Setelah konsumsi MDMA,didalam urine bisa ditemukan MDMA dalam bentuk unchanged ( 65 % ) dan ketiga metabolit utama.Dapat terdeteksi dalam waktu 2-4 jam setelah penggunaan dan tetap terdeteksi 1-3 hari setelah penggunaan terakhir.

@ Ganja
Ganja / kanabis / marijuana berasal dari tanaman Canabis sativa.Bahan aktif ganja yang bersifat adiktif  ----> tetrahydrocanabinol (THC).Setelah menghisap ganja ( rokok ),THC dengan cepat diserap melalui paru,dan kadar puncak THC dalam darah dicapai dalam beberapa menit.Kadar THC dalam darah juga cepat menurun menjadi 10 % dari keadaan puncak dalam waktu 1-2 jam,karena THC dengan cepat terdistribusi ke jaringan lemak.Dari sini THC perlahan akanmengalami redistribusi kembali ke sirkulasi.THC akan dimetabolisme menjadi banyak senyawa yeng kebanyakan tidak aktif lagi.
Metabolit utama dalam urine ialah THC-COOH dan THC-COOH glukuronida.Ganja dapat terdeteksi 3-10 hari setelah penggunaan terakhir,pada pemakai berat dan berlangsung lama ,ganja masih bisa terdeteksi sampai lebih dari 2 bulan dari penggunaan terakhir.

@ Golongan Benzodiazepine
Dalam dunia kedokteran banyak dipakai sebagai obat hipnotik sedatif,efek yang ditimbulkan pada susunan syaraf pusat berupa sedasi, hipnosis ,pengurangan terhadap rangsangan emosi / ansietas,relaksasi otot,dan anti konvulsan.
Metabolisme benzodizepine dihati lewat 3 tahap :
- desalkilasi
- hidroksilasi
- konjugasi
Dimana metabolisme itu menghasilkan metabolit aktif oxazepam dan desmethyldiazepam ( nordiazepam )
Metabolit yang dihasilkan memiliki paruh waktu lebih panjang dibandingkan parent drug,misalnya diazepam ( 20-80 jam ) setelah dimetabolisme menjadi desmetildiazepam dengan  waktu elminasi 200 jam.
Ekskresi benzodiazepine di urin terutama dalam bentuk metabolit dan hanya kurang 1% dalam bentuk unchanged.
Sudah terdeteksi dalam waktu 4-6 jam dan masih terdeteksi 3-10 hari setelah penggunaan terakhir.

@ Kokain
Adalah suatu alkaloid yang berasal dari daun tumbuhan erythroxyloncoca yang mempunyai efek merangsang susunan syaraf pusat.
Dimetabolisme di hati dengan cepat melalui hidrolisis menjadi metabolit inaktif ecgonine methyl ester dan benzoilecgonine.
Metabolit utama kokain dalam urine ---> benzoilecgonine dan ecgonine methyl ester,sedangkan kokain ditemukan dalam jumlah kecil.
Kokain dapat terdeteksi 1 1/4 -4 jam setelah penggunaan dan tetap terdeteksi 2-3 hari,pada pemakai berat dan lama bisa terdeteksi 10-22 hari.

to be continue.......*posting berikutnya ,jarinya sudah pegel

Sabtu, 06 Agustus 2011

HbA 1C

HbA1C * HbA1C adalah zat yang terbentuk dari reaksi antara Glucosa dengan Haemoglobin ( bagian sel erythocyte yang bertugas mengangkut O2 ke seluruh tubuh)
                            
              * HbA1C yang terbentuk akan tersimpan dan tetap bertahan didalam sel erythocyte selama kurang lebih 3 bulan,sesuai masa hidup erythocyte.
               
              * Jumlah HbA1C yang terbentuk tergantung kadar Glucosa dalam darah sehingga hasil pemeriksaan HbA1C dapat menggambarkan rata-rata kadar Glucosa darah selama kurang lebih 3 bulan
                .
HbA1C sangat penting,karena dapat menilai pengendalian diabetes untuk mencegah komplikasi diabetes.Selain itu pemeriksaan HbA1C juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas perubahan therapy setelah 2-3 bulan.

Data hasil penelitian DCCT (Diabetes Control Complication Trials ) 1983 - 1993 ,menunjukkan bahwa therapy intensif dengan menjaga rata-rata kadar HbA1C   < 7 % mengurangi perkembangan komplikasi;
* retinopati  54 %
* nefropati   56 %
* neuropati  60 %

IDF ( International Diabetes Federation ) 2005 Global Guideline :
"jaga pola hidup juga dukungan edukasi agar pengobatan dapat mencapai kadar HbA1C pada 6,5 % atau lebih rendah "


Kondisi juga dapat merubah sel darah merah,hemolitik anemia,malaria kronik,kehilangan darah/transfusi yang mengganggu hasil HbA1C.
HbA1C tidak dapat digantikan/menggantikan oleh pemeriksaan Glucosa,keduanya saling menunjang untuk memperoleh info yang tepat tentang kualitas pengendalian diabetes seseorang.